Cara Instalasi & Konfigurasi DNS Server di Debian 8 dengan Penjelasan Lengkap

Cara Instalasi & Konfigurasi DNS Server di Debian 8 dengan Penjelasan Lengkap ~   Domain Name System (DNS) Server adalah suatu layanan yang berupa pemberian nama terhadap suatu komputer dengan nama domain agar mudah diingat, baik terhubung ke internet atau hanya dalam sebuah jaringan lokal (LAN) dengan tujuan lebih mudah mengingat suatu alamat tanpa harus mengingat IP Address suatu site misalnya wahyukode.com.

Apa yang Dibutuhkan?

  1. Laptop atau komputer pastinya.
  2. ISO Debian jessie/8 DVD 1 amd64
  3. SO real Windows 10
  4. OS Virtual Debian di virtual box.
  5. Chromium atau browser lainnya.
  6. Kopi supaya usir rasa kantuk didampingi cemilan lebih nikmat.

Baca Juga : Instalasi dan Konfigurasi DHCP server di Debian Virtualbox

Langkah Konfigurasi IP Address Server

  1. Buka Virtual Box kemudian pilih pengaturan pada debian lalu atur jaringan, pilih jaringan Adaptor Hanya-Host .

2. Pastikan sobat sudah masuk menjadi super user/root, bisa dicek dengan melihat kalimat pertama        sebelum hostname anda misalnya root@wahyukode:#

3. Pertama-tama atur alamat IP debian dengan memasukan perintah

#          nano /etc/network/interfaces               [Enter]

Lalu atur alamat IP secara manual dengan memberikan konfigurasi ini dibagian paling bawah

….

auto eth0

iface eth0 inet static

address 10.1.33.1

netmask 255.255.255.0

 

Keterangan :

4. Interface yang kita buat diatas berada di ether 0, dengan alamat IP 10.1.33.1 lalu netmasknya bisa        dilihat seperti diatas, sobat bisa ubah sesuai ketentuan yang diperlukan.

5. Selanjutnya restart network dengan menggunakan perintah,

#          /etc/init.d/networking restart               [Enter]

Atau bisa juga dengan perintah…

#          service networking restart                   [Enter]

6. Kemudian ketik perintah berikut apakah konfigurasi alamat IP sudah berhasil

#          ifconfig                                               [Enter]

Langkah Instalasi & Konfigurasi DNS Server

  1. Pertama-tama sobat harus instal paket bind9 sebagai aplikasi dari DNS server dengan perintah berikut,

#          apt-get install bind9                            [Enter]

Sobat harus ingat bahwa paket bind9 berada dalam DVD SATU, jadi sebelum pasang bind9 masukan DVD dulu baru  mulai instal paket ini. Untuk menambahkan disk bisa dengan perintah…

#          apt-cdrom add

Pada tahap ini jangan langsung dienter, masukan dahulu file iso dengan klik menu Piranti -> Drive Optik -> Klik DVD satu/masukan filenya dari win explorer dengan mengeklik Pilih Image Disk .

2. Langkah selanjutnya kita akan mengkonfigurasi DNS server, ketikan perintah berikut…

#          nano /etc/bind/named.conf.default-zones       [Enter]

3. Kemudian ubah konfigurasinya jadi seperti ini, Perhatikan dengan cermat dan teliti di wahyukode sini 🙂.

*Jangan bingung dulu sebelum dicoba.

……      (titik ini tandanya sebelum config dibawah ada kode, sobat tidak perlu menghiraukan)

//broadcast zones as per RFC 1912

zone “wahyukode.com”{

Type master;

File “/etc/bind/db.wahyukode;                       // Lokasi & nama filenya nanti

};

zone “33.1.10.in-addr.arpa” {

type master;

file “/etc/bind/db.33”              // Lokasi & nama filenya nanti

};

zone “0.in-addr.arpa” {

……..

Lalu ctrl+x untuk keluar dan jangan lupa save konfigurasinya dengan mengonfirmasi dengan tekan y/Y.

Karena file diatas adalah file baru artinya belum memiliki apa-apa jadi duplikat saja kedua file tersebut dari file forward dan reverse default dengan code berikut.

#          cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.wahyukode                       [Enter]

#          cp /etc/bind/db.127  /etc/bind/db.33

Lanjuuuut…

4. Setelah itu kita konfigurasikan file forward, forward berfungsi untuk menerjemahkan nama domain      ke alamat IP , berada di “db.wahyuk” yang telah dibuat sebelumnya ketik code berikut untuk                    membuka file forward tsb.

#          nano /etc/bind/db.wahyukode            [Enter]

Setelah masuk, edit konfigurasinya jadi seperti ini….

;

;  BIND data file for local loopback interface

;

$TTL   604800

@        IN        SOA    wahyukode.com.  root.wahyukode.com. {

2                      ;  Serial

604800                     ;  Refresh

86400                     ;  Retry

2419200                      ;  Expire

604800                     ;  Negative Cache TTL

;

@        IN        NS       wahyukode.com.

@        IN        A         10.1.33.1

www   IN        A         10.1.33.1

Lalu ctrl+x dan save.

5. Kemudian kita konfigurasi file reverse-nya , fungsi file reverse adalah kebalikan dari file forward             yaitu untuk menerjemahkan alamat IP ke nama domain, ketik perintah berikut untuk masuk.

#          nano  /etc/bind/db.33              [Enter]

Selanjutnya ubah  konfigurasi jadi seperti ini.

;

;  BIND data file for local loopback interface

;

$TTL   604800

@        IN        SOA    wahyukode.com.  root.wahyukode.com. {

1                      ;  Serial

604800                     ;  Refresh

86400                     ;  Retry

2419200                      ;  Expire

604800                     ;  Negative Cache TTL

;

@        IN        NS       wahyukode.com.

1          IN        PTR     wahyukode.com.

1          IN        PTR     wahyukode.com

1          IN        PTR     www.wahyukode.com

 

6. Tahap pamungkas dalam konfigurasi DNS adalah dengan menambahkan DNS dan nameserver pada file  “resolv.conf” , ketik kode berikut.

#          nano /etc/resolv.conf

Lalu isi dengan konfigurasi seperti berikut…

domain  wahyukode.com

search  wahyukode.com

nameserver 10.1.33.1

Pengujian DNS Server

  1. Pertama lakukan restart bind9 dengan perintah…

#          /etc/init.d/bind9 restart

Atau dengan cara lainnya misalnya,,

#          service bind9 restart

2. Kemudian kita cek apakah DNS sudah berhasil diinstal secara semurna dengan perintah berikut.

#          nslookup wahyukode.com                  [Enter]

#          nslookup 10.1.33.1                             [Enter]

Maka seharusnya keluar hasil kalau alamat IP server dan addressnya juga port DNS, misal hasilnya seperti berikut.

Server:             10.1.33.1

Address:          10.1.33.1#53

 

Name:              wahyukode.com

Address:          10.1.33.1

 

3. Berikutnya atur alamat IP windows secara manual sesuai dengan IO use dari server DNS di debian.

4. Coba ping windows dengan debian untuk mengecek keberhasilan konfigurasi mereka.

5. Apabila sudah berhasil salang terhubung maka sudah dipastikan client bisa mengakses layanan dari DNS server.

6. Buka browser (bisa dengan apapun misalnya dari Google Chrome, mozilla firefox dll tapi disini saya mencoba dengan browser chromium), ketik alamat IP atau nama domain dibrowser maka akan muncul halaman Apache2 dari DNS Server.

7. Dan konfigurasi Domain Name System server di debian jessie telah selesai dan siap dihidangkan 🙂

Kesimpulan :

Langkah dalam mengkonfigurasi DNS server di debian sebenarnya sangat sederhana dan mudah untuk dicoba. Namun sobat harus teliti dalam membaca setiap langkah yang ada. Selamat mencoba

Motivatonal Quote

“Gengsi Tidak akan Membuatmu Sukses” – Merry Riana

Apabila masih ada hal yang belum tertulis di artikel ini dan sobat sista yang masih ingin bertanya bisa memberikan aspirasinya lewat kolom komentar ataupun lewat kontak yang tersedia dimenu kontak.

Sekian karya kecil dari kami ini , apabila ada kelebihan datangnya dari Allah semata dan jika banyak kesalahan datang dari kami , semoga bermanfaat & terima kasih telah berkunjung juga jangan lupa belajar hari ini 😊.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *